Ruang Kosong di Kedalaman Dada

Written by

in

Kita sering kali berlari hingga kehabisan napas, mengira bahwa kebahagiaan tersembunyi di ujung garis finis bernama pencapaian.

Kita bangun menara mimpi tinggi-tinggi, menumpuk harta, dan mengejar tahta hingga nama kita dielu-elukan oleh riuhnya pujian manusia.

Namun, pernahkah di satu malam yang hening, saat semua sorot lampu telah padam, kau menatap langit-langit kamar dan menemukan sepi yang tak mampu dijelaskan?

Di puncak segala hal yang kau kira akan membuatmu utuh, anehnya, kau justru merasakan gema kehampaan yang melengking nyaring.

Ketahuilah, ada sebuah ruang kosong di relung terdalam dada manusia.

Ruang rahasia yang terlampau suci untuk dijejali oleh hal-hal yang fana.

Cawan itu takkan pernah penuh meski kau tuangkan seluruh emas di bumi ke dalamnya. Ia takkan pernah terasa hangat meski kau selimuti dengan jutaan gelar dan tepuk tangan.

Sebab, ruang kosong itu adalah cetakan rindu pada Sang Pemilik Jiwa.

Ia sengaja dibiarkan berlubang oleh Penciptanya, agar kita tak pernah benar-benar merasa betah di dunia.

Ia adalah alarm tanpa suara yang berdetak di setiap tarikan napas; mengingatkan bahwa sekeras apa pun kita mencari kepenuhan dari makhluk, bentuk ruang itu hanya pas diisi oleh kehadiran-Nya.

Harta mungkin sanggup membeli kemewahan, tetapi ia miskin untuk menebus ketenangan.

Tahta mungkin mampu menundukkan ribuan raga, tetapi ia tak berdaya menaklukkan jiwa yang gelisah.Jika hari ini lelahmu terasa tak berkesudahan, dan kehampaan itu kian menyiksa,berhentilah sejenak.

Berhentilah memaksa dunia untuk mengisi ruang yang bukan porsinya.

Jangan-jangan, rasa kosong dan hampa itu bukanlah sebuah kutukan,melainkan cara-Nya yang paling romantis untuk memanggilmu pulang.

Bawalah jiwa yang lelah itu merendah ke atas sajadah.

Biarkan sujudmu melarutkan segala ambisi dunia yang merantai punggungmu.Karena hanya dalam pelukan dan pengingatan kepada-Nya…ruang kosong itu akhirnya menemukan makna, dan kepingan dirimu kembali utuh seutuhnya.